Tips Pengelolaan Keuangan Saat Ramadhan

30 May 2016

         

Pengelolaan keuangan selama Ramadhan sangat penting untuk kesejahteraan seluruh keluarga (Sumber Ilustrasi 1)

Tujuh hari lagi atau Senin depan (6 Juni 2016), Insha Allah, kaum muslimin di Indonesia akan memasuki bulan suci Ramadhan 1437 H. Seperti halnya Ramadhan pada 2015, Ramadhan ini juga masih bersamaan waktunya dengan pertengahan tahun atau Juni dan Juli. Di Indonesia, tengah tahun identik dengan kenaikan kelas di sekolah. Pastinya di tahun ajaran baru, para orang tua harus menyiapkan dana ekstra untuk pendidikan buah hatinya. Tambahkan lagi dengan momen menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1437 H dan mudik Lebaran.

Fakta dan realita yang kita dapat kita amati bersama setiap Ramadhan datang adalah melonjaknya pengeluaran keuangan, terutama untuk konsumsi makanan. Sebut saja buka shaum yang biasanya dinikmati dengan menyantap kolak pisang, gorengan, es buah, kurma, es kelapa, dan sebagainya. Pantas saja harga pisang, kelapa, kolang-kaling, dan kurma langsung meroket selama Ramadhan berlangsung. Kesibukan dan termasuk pengeluaran keuangan akan semakin habis-habisan untuk menyajikan hidangan Idul Fitri seperti opor ayam, ketupat, rendang daging, kue kering, parcel, dan lainnya serta mempersiapkan mudik ke kampung halaman tercinta. Dana THR dan bonus tengah tahun untuk dana pendidikan seringnya tersedot semua untuk pengeluaran konsumsi.

Kita patut selalu mengingat bahwa inti dari bulan Ramadhan adalah “menahan diri dari hawa nafsu”, tak terkecuali dari berlebih-lebihan (boros) dalam urusan keuangan. Toh perut seseorang juga tak sanggup untuk menghabiskan semua hidangan buka puasa yang disajikan dalam satu waktu sekaligus. Rasulullah saw juga menyontohkan sunnah berbuka shaum dengan tiga butir kurma dan air putih.

Usahakan konsumsi selama Ramadhan tidak sampai menguras dana keuangan untuk keperluan lainnya (Sumber Ilustrasi 2)

Lagipula, ketika sudah terlampau kekenyangan, seseorang sudah tak berselera menyantap hidangan lainnya yang masih tersedia. Berlawanan dengan anggapan sebagian besar orang, semakin banyaknya pilihan, maka penjualan suatu produk atau jasa akan meningkat, sebaliknya konsumen akan dibingungkan dengan berlimpahnya pilihan penawaran. Menurut ilmu Ekonomi Perilaku (Behavioral Economics), peristiwa ketika konsumen mengalami kebanjiran pilihan dalam satu waktu yang terbatas disebut dengan Choice Overload (overchoice) sehingga mereka lebih cenderung untuk memilih sesuatu yang sudah familiar (by default) atau mencoba sesuatu yang memang benar-benar baru (trial & error).

Itulah penjelasan ilmiah tentang rasa coklat, vanilla, dan strawberry yang menjadi tiga pilihan utama rasa es krim. Begitu pula dengan fenomena unik saat tamu lebih memilih untuk menyicipi “trio favorit” kue kering Lebaran yaitu nastar, putri salju, dan kaastengel atau malah kue di luar ketiganya.

Berikut ini tips keuangan yang dapat dipraktekkan selama Ramadhan ini agar pengeluaran tak sampai kebobolan setelah Lebaran. Harap diingat, rentang waktu dari Idul Fitri di awal Juli 2016 hingga gajian berikutnya di akhir Juli itu sekitar 21 hari. Usahakan selama 3 minggu tersebut, dana Anda tetap tersedia ya.

Dana keuangan yang sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik membuat ibadah ketika Ramadhan semakin fokus dan tenang (Sumber Ilustrasi 3)

  1. Rencanakan dan catat semua sumber pemasukan serta pengeluaran dari gajian bulan Mei 2016

Di bulan Mei ini, supermarket dan mall mayoritas sudah memberikan promo Ramadhan. Sebelum belanja, buatlah dulu seteliti mungkin daftar belanja untuk keperluan Ramadhan di bulan Juni dan Lebaran di bulan Juli. Belilah barang yang memang diperlukan, bukannya sekedar lapar mata.

  1. Pisahkan pos pengeluaran untuk dana pendidikan, konsumsi Ramadhan, dan mudik Lebaran

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pastikan dana pendidikan memang khusus untuk membiayai sekolah dan tidak dihabiskan untuk pengeluaran konsumtif jangka pendek. Kalau memang tidak cukup dana untuk mudik Lebaran ini, kan masih ada liburan akhir tahun untuk pulang kampung.

  1. Sisihkan dana untuk biaya hidup dari setelah Lebaran hingga sampai gajian di akhir Juli 2016

Inilah dana terpenting (setelah membayar zakat fitrah sebelum Idul Fitri) yang harus disiapkan dananya saat menerima gajian bulan Juni 2016, THR, dan bonus tengah tahun. Bisa dihitung dari rata-rata pengeluaran seseorang atau suatu keluarga setiap bulannya. Jangan sampai, setelah Lebaran, malah harus berhutang ke sana-sini karena kehabisan uang.

          Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan bagi yang menjalankannya. Semoga tips keuangan di atas dapat membuat ibadah selama Ramadhan semakin khusyu’ karena persiapan keuangan yang matang direncanakan.

 

           


TAGS PengelolaanKeuangan FinancialPlanning FinancialLiteracy ChoiceOverload OverChoice behavioraleconomics EkonomiPerilaku ekonomi KeuanganRamadhan THR


-

Author

Search

Recent Post