Rezekinya Semakin Bertambah, Investasinya Reksadana Syariah

8 Jun 2016

Mari menyisihkan dana THR untuk memulai investasi reksadana syariah
(Sumber Ilustrasi 1)

                Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah, masyarakat Indonesia serentak mengawali Ramadhan 1437 H pada Senin, 6 Juni 2016. Semoga kekompakan ini juga terjadi pada Idul Fitri di awal Juli 2016 nanti, Amin. Insha Allah, bagi para pegawai , 10 hari terakhir menuju Lebaran, adalah saat yang selalu dinanti karena cairnya dana THR alias Tunjangan Hari Raya. Pastinya setiap individu atau keluarga sudah merencanakan alokasi pengeluaran dana THR mereka kelak. Nah, adakah yang berminat untuk menyisihkan dana THRnya untuk berinvestasi reksadana?

                Jujur, saya menyesal karena baru belakangan ini paham tentang investasi reksadana. Selama ini, saya lebih mengandalkan tabungan. Padahal, nilai uang setiap tahunnya selalu turun dengan adanya tingkat inflasi (penurunan nilai mata uang). Sila bandingkan jumlah barang yang bisa dibeli dengan nominal THR yang sama ataupun berbeda dari tahun ke tahun. Paling terasa dengan harga bahan pokok. Uang sejuta tahun 2015 lalu dengan sejuta tahun 2016 ini akan menurun nilai tukarnya ketika dibawa berbelanja. Hal yang berbeda terjadi pada investasi reksadana karena reksadana merupakan unit penyertaan modal berupa saham pada perusahaan swasta maupun badan pemerintahan. Semakin baik kinerja suatu perusahaan dan institusi, maka labanya akan terus meningkat sehingga para pemegang saham atau investor akan mendapatkan keuntungan yang juga semakin besar (high return).

Sebelum memulai investasi reksadana, ketahui dan pahami dengan pasti produk dan pengelolanya (Sumber Ilustrasi 2)

Ohya, bagi masyarakat awam – termasuk saya beberapa waktu lalu – sempat bingung juga ketika mendengar istilah “reksadana” dan “danareksa”. Ternyata, danareksa adalah badan pengelola investasi yang berupa reksa dana. Jadi danareksa adalah pengelolanya (disebut sebagai Manajer Investasi) dan reksadana adalah bentuk investasinya. Jangan-jangan, kebanyakan orang juga baru tahu tentang perbedaan istilah keduanya? #MelekKeuangan

                Setelah saya membaca materi edukasi yang ada pada salah satu situs resmi (official website) pengelola reksadana yang telah terpercaya di Indonesia sejak tahun 1990-an, Danareksa Investment Management (DIM), reksadana cocok bagi segala tipe orang yang ingin berinvestasi dilihat dari kategori resiko. Ada investor yang tipenya konservatif atau sangat berhati-hati dalam berinvestasi alias tidak apa untungnya kecil asal investasi terus menghasilkan (low risk, low return). Ada pula yang bertipe moderat atau berusaha menyeimbangkan rasio antara resiko dengan keuntungan investasi yang kelak diterima (moderate risk-taker). Banyak pula yang tergolong tipe agresif atau berani mengambil resiko besar karena mengejar hasil yang tertinggi (high risk, high return).

Danareksa Investment Management/DIM telah terpercaya sebagai manajer investasi di Indonesia sejak tahun 1996 atau 20 tahun lalu (Sumber Ilustrasi 3)

                Apapun menu buka shaumnya, eh apapun resiko investasi yang seseorang pilih, selalu sesuaikan dengan tujuan investasi di masa depan. Bagi seorang muslim, pastikan pula reksadana yang dimiliki termasuk reksadana syariah. Khususnya rencana keuangan masa depan menyangkut ibadah seperti naik haji maupun umroh. Di luar harta yang dipersiapkan untuk dana pensiun serta pendidikan anak pun menjadi lebih berkah dengan reksadana syariah. Sebagai catatan, semua produk investasi syariah di Indonesia – tak terkecuali reksadana – harus mendapatkan sertifikasi dari Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Saya pun bersyukur setelah menemukan jenis investasi syariah yang ada di DIM. Ada 3 produk investasi syariah yang termasuk dalam program “Investasi Masa Depanku (IMD)” dari DIM. Ketiganya yaitu “Danareksa Syariah Berimbang, Dana Indeks Syariah, dan Dana Syariah Saham”. Danareksa Syariah Berimbang masuk kategori resiko investasi moderat dengan jangka waktu minimal 3 tahun. Sedangkan Danareksa Indeks Syariah dan Danareksa Syariah Saham tergolong resiko agresif untuk jangka waktu minimal 5 tahun.

Program “Investasi Masa Depanku/IMD” dari DIM juga memiliki danareksa syariah yang dapat dipilih (Sumber Ilustrasi 4)

Reksadana IMD juga sangat terjangkau bagi semua kalangan. Hanya bermodalkan mulai dari Rp.200.000/bulan, seseorang sudah bisa menjadi investor reksadana. Istimewanya lagi, program IMD ini juga tersedia secara online sehingga calon investor tidak perlu datang ke kantor DIM. Lalu, bagaimana soal keamanan investasinya? DIM menawarkan investasi terbaik yang realistis dan sesuai data yang ada. Salah satu ciri khas investasi bodong menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang termuat pada Detikcom adalah menawarkan “investasi dengan janji keuntungan tinggi namun beresiko rendah.” Jangan sampai kita tergoda dengan iming-iming palsu yang menipu itu ya.

Kuncinya adalah memahami setiap plus dan minus dari setiap jenis investasi reksadana yang tersedia serta memulai investasi sejak awal. Selamat memiliki reksadana syariah pada program IMD dengan THR yang akan diterima sebentar lagi. Salam investasi penuh barokah dan amanah.

 

”Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writing Competition -  Investasiku Masa Depanku bersama ReksaDana Danareksa. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management”.


TAGS InvestasiReksadana InvestasiTerbaik InvestasiIndonesia DanareksaInvestmentManagement ProgramInvestasiMasaDepanku InvestasiReksadanaSyariah PasarModalSyariah DewanSyariahNasional OtoritasJasaKeuangan TunjanganHariRaya


-

Author

Search

Recent Post