Universitas Terbuka, 32 Tahun Melayani yang Tak Terlayani

17 Aug 2016


            Info lebih lengkap dan detil mengenai Universitas Terbuka/UT, PTN ke-45 di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1984, silakan klik gambar di atas atau link berikut ini : http://www.ut.ac.id/ 

         Pertengahan tahun di Indonesia identik dengan waktu penerimaan mahasiswa baru. Diawali dari bulan Mei hingga September, para lulusan SMU berlomba-lomba mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Tentu saja, universitas negeri (PTN) menjadi incaran utama para siswa di Indonesia. Namun, sayangnya jumlah PTN yang ada di Indonesia sangat tidak seimbang dengan jumlah alumni SMU. Di setiap propinsi, keberadaan PTN pun tidak mencapai 10 kampus. Bahkan di sekitar ibukota negara, Jakarta – Depok - Tangerang, hanya ada dua PTN yang populer di kalangan siswa yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Indonesia (UI).

            Eh, tunggu dulu! Ada satu PTN lagi yang belum disebutkan lho. Nah, apakah satu PTN tersebut? Inilah universitas negeri ke-45 yang pendiriannya langsung diinstruksikan Presiden RI ke-2 yaitu Bapak Suharto di tahun 1984, Universitas Terbuka (UT). Gedung pusat UT berlokasi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan dan 40 kantor layanan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah alumni SMU yang ingin berkuliah pada PTN di Indonesia - termasuk di UT -  memang selalu meningkat setiap tahunnya (Sumber Ilustrasi 1 : http://www.ut.ac.id/berita/2016/07/peminat-ut-meningkat-di-umb-pt-2016)

            Selama ini, UT memang belum dijadikan PTN favorit anak muda yang baru lulus sekolah. Padahal UT (sangat) tepat dijadikan kampus tujuan utama siswa SMU.   Menurut penuturan Bapak Dr. Rustam, M.Pd selaku Kepala UPBJJ UT Lampung – melalui wawancara telepon pada Minggu, 14 Agustus 2016 – mahasiswa UT memang masih lebih didominasi oleh orang-orang yang sudah bekerja (sekitar 85% dari total mahasiswa UT). Tambah Pak Rustam, tujuan awal Pak Harto dari pendirian UT yaitu untuk “memfasilitasi rakyat Indonesia yang tidak terlayani proses perkuliahan yang mewajibkan batas umur tertentu pendaftaran dan tatap muka di ruang kuliah.”

 

 

            Sejak era internet, kuliah mandiri dan jarak jauh via dunia maya atau kuliah online (online course) berkembang di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia. Jarak dan waktu tak lagi menghalangi proses kuliah. Beragam kampus dan lembaga atau institusi pendidikan lainnya menawarkan program kuliah online.Tapi, saat dicermati lagi kuliah online yang ada di Indonesia (hampir) semuanya dikelola oleh pihak swasta, kecuali kuliah dari UT. Kerennya lagi, UT adalah PTN yang asli didirikan bangsa Indonesia (bukan kampus warisan peninggalan zaman Belanda).

            Pak Rustam sendiri telah 26 tahun mengabdi sebagai dosen UT atau sejak tahun 1990. Beliau adalah alumni S1 Pendidikan Matematika di Universitas Lampung (UNILA) tahun 1989, S2 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 1997, dan S3 di UNJ tahun 2015. Pendidikan S2 dan S3 Pak Rustam ditempuh pada jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP). Catatan menarik dari riwayat pendidikan Pak Rustam adalah kuliah doktoral atau S3 yang bisa ditempuh selama 5 semester atau kurang dari 3 tahun, wah! Subhanallah, luar biasa sekali ya prestasi pria ramah asal Lampung yang mengawali karirnya sebagai dosen UT pada jurusan Pendidikan Matematika tersebut. Sebelum menempuh S3 pada tahun 2012, beliau diamanahi jabatan sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT dari tahun 2005 hingga 2012.

            Mungkin bagi siswa SMU, UT belum menarik minat mereka karena (seolah) lebih cocok bagi pegawai yang belum kuliah selepas SMU karena tidak mewajibkan kuliah tatap muka setiap harinya. Padahal berdasarkan info dari Pak Rustam, UT juga sangat tepat bagi anak muda yang setelah SMU ingin bekerja sekaligus berkuliah. Banyak mahasiswa yang semasa kuliah ingin sudah bisa memiliki penghasilan sendiri sehingga biaya kuliah tak 100% ditanggung orang tuanya lagi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya kuliah setiap tahunnya selalu naik.

Dr. Rustam, M.Pd - narasumber penulisan artikel blog ini - selaku Kepala UPBJJ Bandar Lampung turut menghadiri kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru/OSMB pada April 2016 (Sumber Ilustrasi 3 : http://lampung.ut.ac.id/index.php/homepage/3-artikel/162-osmb-tahap-6-dan-7-di-upbjj-dan-sidomulyo)

Apalagi di zaman ketika kewirausahaan (entrepreneurship) sedang luar biasanya berkembang sekarang. Jadi selulus dari UT, mahasiswa bukan hanya mencari lowongan kerja, bahkan sebaliknya. Alumni UT dapat membuka lapangan kerja. Itu karena mereka selama kuliah sudah aktif sebagai pengusaha muda yang sibuk mengurus usahanya tanpa harus terbebani dengan peraturan harus masuk ruang kuliah setiap hari. Di kampus selain UT, syarat kehadiran di ruang kuliah bahkan telah menjadi pra syarat utama untuk mengikuti ujian akhir semester. Nah, agar keterangan mengenai UT yang disampaikan secara informatif dan sistematis oleh Pak Rustam semakin mudah dibaca, berikut ini adalah beberapa keunggulan dari mengikuti perkuliahan di UT. Silakan dicermati satu per satu ya manfaat dengan mengikuti perkuliahan di UT. Selamat membaca dengan teliti dan sepenuh hati.

Status UT yang termasuk kampus negeri

            Tak dapat dipungkiri, kampus PTN memang memiliki daya magnet yang luar biasa besar bagi calon mahasiswa maupun perusahaan saat hendak merekrut calon karyawan. UT dibentuk atas inisiatif Presiden Suharto dalam bentuk Keputusan Presiden (KePres) RI No. 41 tahun 1984 sebagai PTN ke-45. Wah, keren ya karena mirip tahun kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945. Saat ini UT memiliki empat fakultas yaitu Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta tersedia Program Sertifikat maupun Pascasarjana.

Jarak dan waktu tak lagi menghalangi mahasiswa yang kuliah di UT dengan tersedianya 40 kantor layanan Unit Program Belajar Jarak Jauh/UPBJJ yang melayani mahasiswa di Indonesia maupun luar negeri (Sumber Ilustrasi 4 : http://www.ut.ac.id/upbjj-ut)

Mutu UT telah diakui secara nasional maupun internasional

            UT menjalani proses audit sebanyak 2x per tahun. Tak heran, secara aspek manajemen administrasi perkuliahan, UT telah memperoleh sertifikat ISO. Di sisi mutu akademik atau proses perkuliahan, UT rutin diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN – PT). “Syukur Alhamdulillah, setiap jurusan di UT sudah terakreditasi minimal “B” oleh BAN – PT. Bahkan ada empat jurusan di UT yang sudah terakreditasi “A” yaitu Manajemen, Administrasi Bisnis, Administrasi Negara, dan Sosiologi,” papar Pak Rustam bangga. Adapun pengakuan mutu UT dari dunia internasional telah diterima selama 10 tahun – sejak 2005 – dari The International Council for Open and Distance Education (ICDE) sebagai anggota aktif. Bahkan di tingkat Asia, UT Indonesia menjadi kampus rujukan bagi banyak negara yang ditunjuk oleh The Asian Association of Open Universities (AAOU).

Biaya kuliah UT yang sangat terjangkau dan tersedianya beasiswa

            Urusan biaya, SPP kuliah di UT – dengan mutu yang sudah teruji dan diakui – sangat bersahabat bagi kantong mahasiswa maupun orang tua. Uang kuliah bervariasi dari Rp. 1,3 juta hingga 2,4 juta per semester. “Biaya kuliah per semester di UT tersebut sudah mencakup bahan ajar. Modul UT pun bukan sekedar berisi teori melulu. Setiap materi dan teori dilengkapi dengan tes formatif yang disiapkan untuk mengukur pemahaman dan kemampuan mahasiswa setelah belajar,” terang Pak Rustam. Selain bahan ajar cetak, UT juga memiliki ruang baca virtual pada Perpustakaan Digital UT yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja selama 24 jam secara gratis oleh para mahasiswa. Bagi mahasiswa UT yang mencari beasiswa, di UT terdapat beasiswa Bidik Misi dari pemerintah dan CSR dari pihak swasta.

Ibu Linda Agum Gumelar/berbaju biru di tengah - mantan menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di era SBY - adalah seorang alumni UT yang kini menjadi ketua Ikatan Alumni UT/IKAUT  (Sumber Ilustrasi 5 : http://alumni-ut.com/)

Syarat administrasi perkuliahan di UT melayani semua golongan warga

            Inilah pembeda utama UT dengan kampus lainnya di Indonesia, baik PTN maupun PTS. UT tidak memiliki batasan usia bagi para calon mahasiswa. “Mulai anak lulusan SMU yang berusia belasan hingga orang lanjut usia, semuanya bisa berkuliah di UT. Hanya ada satu syaratnya untuk bisa mendaftar kuliah di UT yaitu lulusan SMU,” ujar Pak Rustam. “Selain itu, jurusan di SMU tidak mempengaruhi pilihan jurusan kuliah di UT. Jurusan IPA bisa masuk jurusan IPS dan sebaliknya. Pendaftaran di UT pun dibuka di semester ganjil dan genap,” papar beliau lebih lengkap.

Proses perkuliahan di UT dapat dijalani dari rakyat biasa sampai Ibu Negara

            Kuliah mandiri di UT yang tidak mewajibkan mahasiswanya harus hadir di ruang kuliah sangat mendukung mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu. Beberapa nama pengusaha dan pejabat negara di Indonesia tercatat sebagai alumni UT yaitu Ibu Ani Yudhoyono (istri SBY, Presiden RI ke-6 periode 2004 – 2014), Jenderal Wiranto (Menhankam saat ini), dan pengusaha kosmetika Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo. Lalu, apakah sama sekali tidak ada kuliah tatap muka di UT? Sebaliknya, UT juga memfasilitasi kuliah tatap muka per semester yang jadwal dan tutornya diatur oleh pihak kampus. “Kuliah tatap muka per mata kuliah dapat dilaksanakan jika minimal ada 20 mahasiswa yang mendaftar untuk kuliah di kelas sehingga lebih efisien dan efektif prosesnya. Banyak buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri yang juga tercatat sebagai mahasiswa UT, khususnya di Hongkong,” info Pak Rustam.

Eni Krisyanti, 24 tahun, alumni S1 PG PAUD dan wisudawati terbaik UT Periode II Wilayah 2 Tahun 2016, ini bercita-cita melanjutkan S2 dan menjadi guru yang inspiratif   (Sumber Ilustrasi 6 : http://www.ut.ac.id/profil/bercita-cita-jadi-guru-inspiratif)

Nah, bagaimana? Sangat memudahkan sekali ya dengan berkuliah di UT. Jadi alasan biaya maupun waktu kuliah (seharusnya) tak lagi menghalangi niat seorang warga negara Indonesia untuk berkuliah. Pendidikan memang untuk semua warga tanpa memandang SARA dan usia. Salam kemerdekaan ke-71. Majulah selalu Indonesia.

Selama 4 windu, UT telah ikut serta dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia dengan sistem kuliahnya yang terbuka dan fleksibel bagi semua golongan warga (Sumber Ilustrasi 7 : http://www.ut.ac.id/2016/dies/lomba-blog/)

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Bacaan terkait lainnya :

Empat Windu Universitas Terbuka, Kuliah Memang Hak Semuanya

Bersiap Kuliah? Baca Dulu David vs Goliath


TAGS UniversitasTerbuka DiesNatalisUTke32 32TahunUT IKAUT IkatanAlumniUT UPBJJUniversitasTerbuka UPBJJUTBandarLampung UTMelayaniYangTakTerlayani UTEmpatWinduMembangunNegeriku Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-32


-

Author

Search

Recent Post