Buka Puasa, Antara Dahaga dan Lapar Mata

29 May 2017

          Syukur Alhamdulillah, Sabtu 27 Mei 2017 lalu, umat Islam di Indonesia serentak mengawali bulan Ramadan 1438 H.  Sebelum Ramadan, suasana persiapan menjelang datangnya bulan penuh hikmah nan berkah sudah terasa.  Di layar kaca, terutama melalui pariwara di TV, penonton disuguhi iklan yang berkaitan erat dekat Ramadan.  Siapa yang tak akrab dengan iklan minuman berupa sirup merk tertentu kala bulan puasa tiba? Masyarakat kembali diingatkan segarnya berbuka puasa dengan sirup tersebut.

          Urusan makanan dan minuman selama Ramadan memang mendapatkan momentum terbaiknya.  Buka puasa menjadi ajang cita rasa kuliner yang tiada duanya.  Jenis menu yang khas Ramadan turut membuat semarak suasana.  Khususnya saat disantap ketika buka shaum bareng alias ‘bukber’.  Mulai kolak, gorengan, es buah, kue tradisional, tersaji dengan begitu menggodanya di depan mata.

          Jelas tak ada salahnya membuat momen buka puasa terasa semakin istimewa dengan maraknya hidangan yang ada.  Namun, patut diingat pula.  Selepas buka puasa, kaum muslimin masih harus melaksanakan sholat Tarawih.  Saat perut kekenyangan, ibadah bisa asal-asalan, bahkan ogah-ogahan.

          Fenomena yang berulangkali menghampiri para pelaku shaum saat buka puasa tiba adalah ‘lapar mata’.  Seolah-olah ingin ‘balas dendam’ setelah hampir seharian menahan diri dari hawa nafsu – termasuk makan dan minum – maka buka puasa menjadi saat untuk makan sepuasnya dari semua yang tersedia.

          Padahal, secara kesehatan, setelah perut kosong selama 12 – 16 jam, maka cairan (bukan makanan) yang paling pertama dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.  Hal ini wajar mengingat tubuh sebagian besar terdiri dari cairan, termasuk darah.  Seorang manusia bisa tahan menahan lapar selama seminggu selama masih meminum sesuatu.  Sebaliknya, tanpa meminum cairan apapun, manusia hanya mampu bertahan selama 3 hari.  Ini karena sel-sel dalam tubuh manusia memerlukan cairan untuk tetap membuatnya segar dan berfungsi dengan optimal.  Kekurangan cairan membuat pikiran juga tak fokus.

          Cairan yang diperlukan untuk buka puasa pun tak harus yang manis.  Cukup segelas air putih dahulu untuk menyegarkan sel-sel tubuh yang tadinya kering dan layu.  Sunnah Rasulullah saw pun menganjurkan untuk memakan buah kurma dalam jumlah ganjil.  Selain kurma, buah tinggi serat dan air dengan rasa manis seperti semangka, melon, dan jeruk juga tepat untuk mengawali buka shaum.

          Serat dan air dalam buah-buahan – selain kaya vitamin dan mineral untuk kekebalan tubuh – juga membuat seseorang tak lapar mata.  Ini karena kandungan serat buah membuat seseorang merasa perutnya sudah cukup kenyang tanpa harus makan berlebihan.  Barulah, selepas melaksanakan sholat Maghrib, perut bisa diisi dengan menu yang lebih berat dan mengenyangkan tapi dalam porsi berkecukupan.  Ingat lho, masih ada Tarawih menanti.  Seusai Tarawih, seseorang masih bisa makan lagi.

          Ditinjau dari jam biologis, waktu antara 1 hingga 2 jam sebelum berbuka itu memang menjadi saat kritis seseorang lapar mata, terutama ketika membeli takjil di sepanjang jalan.  Rasanya semua panganan ingin dibeli!  Nyatanya? Baru memakan semangkuk es campur, bisa jadi perut sudah penuh.

          Strateginya, sebelum membeli takjil, belilah dahulu buah-buahan.  Bisa juga, sebelum keluar rumah, buah-buahan yang sudah dibeli sebelumnya ditata terlebih dahulu di meja makan sebagai pengingat bahwa sudah ada cemilan ringan (yang lumayan mengenyangkan) untuk buka shaum.  Lebih baik membeli sayur dan lauk-pauk yang bisa dimakan untuk buka sekaligus sahur nanti. Cukuplah membeli dan mengonsumsi jajanan takjil seperlunya, misalnya 1 – 2 jenis per harinya.  Baik tubuh maupun dompet Anda akan berterima kasih untuk itu sebab keduanya tidak dipaksa bekerja ekstra selama puasa.   

Sejatinya, Ramadan adalah bulan untuk melatih kesabaran dan pengendalian kepuasan yang seringnya kebablasan.  Selama 11 bulan di luar Ramadan, orang cenderung kalap tiap berurusan dengan makanan.  Nah, kalau bukan saat Ramadan, kapan lagi waktunya? Salam Ramadan penuh kebaikan.      

 

Sumber Ilustrasi Artikel:

             Ilustrasi 1: http://www.hipwee.com/travel/30-hari-mencari-takjil-para-pemburu-takjil-harus-berburu-buka-puasa-ke-masjid-masjid-di-jogja-ini/

          Ilustrasi 2 : https://moslemsunnah.wordpress.com/2009/08/22/doa-ketika-berbuka-puasa/

          Ilustrasi 3 : http://www.tribunnews.com/travel/2015/06/21/pasar-benhil-kuliner-buka-puasa-terlengkap-di-jakarta-ini-dia-menu-menu-favoritnya

          Ilustrasi 4 : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/ini-dia-menu-buka-puasa-sehat-yang-tak-bikin-gemuk

 


TAGS OPINI ramadan BukaPuasa SerbaSerbiRamadan MenuSehatBukaShaum RamadanPenuhKebaikan LaparMata TakjilRamadan


-

Author

Search

Recent Post